Minggu, 21 Juni 2009

Embun Pagi Chapter 3

Suasana mimpiku bagian 2...
----- " Dimana lagi aku. Terjebak di dunia yang tak ku kenal. Aku seperti orang hilang yang mencari dimana keberadaan aku sebenarnya." Kyo kembali terjebak ke dunia mimpinya.
----- " Dia berjalan lurus kedepan tanpa memikirkan sesuatupun dibenaknya. Dia lupa akan gadis yang terbelunggu sedih didunia mimpi itu. Terus berjalan tanpa tujuan. Disebuah taman yang sama, Dia melihat seekor merpati yang sepertinya ingin memanggil dia. Merpati itu terbang disekeliling dia seakan akan ingin menarik dia kesesuatu tempat di dunia mimpi itu.
----- Kyo mencoba mengikuti kemana merpati itu terbang. Dia terus berjalan mengikuti langkah demi langkah merpati itu. Hingga akhirnya merpati itu berhenti dan hinggap dipundak seorang gadis cantik yang sedang memetik melati ditaman itu.
----- " kau pulang Tamtam." Kata sigadis itu kepada merpatinya. Merpati itu manganggukkan kepalanya seakan akan dia mengerti perkataan majiukannya. Merpati itu menolehkan kepalanya kearah Kyo. Sigadispun ikut menolehkan kepalanya. Dia melihat seorang laki laki berbadan lunglai keletihan karna berjalan begitu jauh. Gadis itu ternyata Desi. Yang menunggu kedatangan Kyo agar kembali kedunia nyatanya. Desi mendekati Kyo dan langsung memeluknya.
----- " Akhirnya kakak datang kembali. Aku sudah menunggu kedatangan kakak disini bersama merpati peliharaanku." Kata Desi sambil memeluk Kyo.
----- " Ini dunia mimpikah... Aku bingung. Kenapa ini begitu seperti nyata?" Kyo masih ragu dengan keadaannya saat ini. Sudah dua kali hal yang sama dialaminya. " Desi... Apakah kamu memang benar benar terjebak didunia mimpi ini? Aku masih ragu. bagaimana dunia mimpi ini seperti nyata."
----- " Kan aku sudah mengatakannya saat itu. dunia ini tercipta karna kesepian seseorang yang tak pernah merasakan kebahagiaan di hatinya. Memang ini terasa konyol. Tapi inilah yang kita rasakan saat ini."
----- " Iya. Tapi aku tidak merasakan kesepian sedikitpun. Kenapa aku dibawa kedunia yang tak jelas ini."
----- " Aku tahu itu kak. Jangan kakak sangkal lagi perkataan itu. Kakak bohongkan? Sebenarnya kaka hidup dalam kesepian. Tak satupun yang dapat memberikan kakak sebuah kasih sayang yang hangat."
----- " Ada. Sahabatku yang slalu menhiburku."
----- " Tapikan... Sebenarnya kakak selalu mengeluh. Walaupun orang tidak tahu, Tapi cobalah kakak rasakan. Bagaimana rasanya ditinggalkan. Hidup sendiri dan jauh dari kerumunan."
----- " Dari mana kamu tahu tentang diriku. Apa kau malaikat Yanmg dapat melihat keadaan manusia dialam nyata sana?" Tanya Kyo karna heran bahwa Desi tahu bagaimana keadaan dia sekarang.
----- " Aku bukanlah malaikat. Aku hanya manusia biasa yang terjebak antara kesedihan dan kebahagiaanku di dunia mimpi ini."
----- " Terus bagaimana kamu tahu tentang diriku ini?"
----- " Kita adalah manusia yang tak bisa menyembunyikan semua masalah yang ada dihati kita. Coba kakak rasakan dan hayati. Lihatlah aku. Rasakan dan rasuki semua pikiranku dengan masuk kedalam khayalanku. Kakak perhatikan kepribadianku. Dan pelajari bagaimana tingkah laku ini. Jika kakak sudah bisa merasakannya, Maka kakak akan tahu apa arti ucapanku ini."
----- " Tapikan itu mustahil. Kita ini manusia takkan bisa melihat begitu dalam masalah orang lain. Sedangkan masalh kita sendiri tidak dapat kita pahami."
----- " Begini. Coba kakak perhatikan aku. Lihat mataku. Dan perhatikan dalam dalam."
----- Kyo mencoba memperhatikan Desi. Melihat matanya, dan memperhatikannya dalam dalam. Tak sadar muncul sebuah bayangan semu. Seperti sebuah khayalan seseorang. Dia melihat sebuah masalah didalam khayalan itu. Seperti masuk kedalam pikiran seseorang yang memiliki kesepian dihatinya. Dia melihat desi yang terbaring dirumah sakit. Dia tidak mengerti dengan yang dia alami sekarang ini. Tapi itu memang seperti pembacaan hati seseorang.
----- " Desi. Kamu memiliki masalah juga ya?" Tanya Kyo dengan suara pelan sambil menatap mata Desi.
----- " Iya kak. Karna itu aku berada disini. Terjebak disini dengan terpaksa. Dulunya aku juga tidak mengerti dengan semua ini. Tapi setelah aku jalani kehidupan ini, aku menjadi terbiasa."

----- " Apakah jasatmu sekarang terbaring dirunah sakit?" Tanya kYo yang masih menatap mata Desi.
----- " Iya... Jadi kakak sudah bisa membaca isi hati orang ya. Syukurlah." Jawab Desi dengan tersenyum.
----- " Waw... Apa itu benar? Padahal aku hanya melihat sekilas saja. Sungguh begitu ajaib. Aku bisa membaca pikiran seseorang."
----- " Maka itulah aku bisa membaca apa yang ada dipikiran kakak sekarang ini. Walau kita makhluk yang tak sempurna, Tapi kita dapat membuatnya lebih baik."
----- " Maksudmu?"
----- " Kita bisa membaca pikiran seseorang jika kita bisa menyatukan hati kita dengan orang itu. Memang sulit untuk mengerti perasaan orang lain. Tapi jika terus dicoba, Mungkin kita bisa masuk kedalam dunia khayal orang tersebut."
----- " Owh... Pantesan aku bisa mudah membaca perasaanku."
----- " Kak lihat itu. Embun pagi sudah mulai berterbangan. Indahkan kak." Desi menolehkan kepalanya keatas langit.
----- " Iya. Seperti kupu kupu yang menari disela sela udara yang sejuk ini. Rasakan betapa sejuknya Embun Pagi ini. Seandainya aku bisa sebebas Embun Pagi ini, Mungkin aku tak kesepian seperti ini. Bisa terbang kemana saja aku mau."
----- " Iya mungkin. Tapi Jika Embun Pagi itu menghilang dan kering tertelan cahaya mentari, semuanya takkan bisa kita perbuat. Walau menurutmu Embun Pagi bisa menenangkan hati kita saat ini, tapi sekarang masalah yang kita hadapi tak bisa kita bungkam untuk selamanya."
----- " Iya juga sih. Tapi aku tidak mempedulikan hal itu. Yang aku pikirkan, bagaimana aku bisa menjalani hidup ini dengan apa adanya saja."
----- " Kenapa Begitu kak?"
----- " Aku punya sahabat yang slalu menemaniku. Setia hari hariku, Dia selalu ada. Saat sedih maupun gembiraku. Tapi aku masih merinduka sesuatu."
----- " Pasti kakak merindukan keluarga kakak. Iyakan?"
----- " Mungkin. Hatiku slalu mengeluh jika membicarakan hal itu. Aku teringat akan keluargaku yang kini tlah meninggalkanku. Aku begitu rindu dengan belai kasih mereka. Sudah 12 tahun aku tsk merasakan hangatnya kasih sayang keluargaku."
----- " Sabar saja kak. Mungkin inilah yang dinamakan cobaan hidup."
----- " Kalau kamu bagaimana? Apakah sepertiku?"
----- " Iya kak. Aku kini terbaring tak berdaya dirumah sakit. Entah berapa lama aku terbaring disana, aku tidak tahu. Aku tidak bisa mendengar sekecilpun suara disana."
----- " Kenapa kamu tidak tahu berapa lama kamu mengalami hal ini? Memang kamu terbaring disana sejak kapan?" Tanya Kyo.
----- " Sejak tanggal 29 November 1988 kak." jawab Desi menurunkan kepalanya.
----- " Wah tepat dihari ulang tahunku. Tapi masak kamu terbaring lama disana. Sekarang sudah tahun 1992. mungkinkah kamu pingsan selama empat tahun lebih."
----- " Mungkin selama itulah aku terbaring disana. Karna itulah aku meminta tolong kepada kakak. Agar aku bisa kembali kedunia nyataku."
----- " Tapi bagaimana aku bisa menolongmu?"
----- " Kakak carilah keberadaanku dulu. Nanti baru kita pikirkan bagaimana cara untuk bisa melepaskanku dari kutukan ini."

----- " Yasudah. Tapi sekarang keberadaanmu dimana?"
----- " Aku belum tahu pasti dimana aku berada sekarang. Tapi yang pasti aku tinggal dikompleks jalan melati no 27."
----- " Owh... Ternyata keberadaan kita tidak begitu jauh. Kalau begitu aku bisa segera mencari keberadaanmu."
----- " Trimakasih kak." Entah kenapa Desi menangis lalu memeluk Kyo sekali lagi.
----- " Iya sama sama. Tapi jangan peluk peluk terus dong. Malu nih aku." Wajah Kyo langsung memerah ketika Desi memeluknya dengan erat.
----- " Maaf kak aku tidak sadar." Wajah Desipun ikut ikutan memerah. Dia melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya. Rasa yang aneh mereka rasakan berdua. Suatu rasa ikatan erat yang ingin slalu bersama.
----- " Perasaan apa ini. Jantungku berdetak lebih kencang dari yang sbebelumnya. Wajahku memerah dan tubuhku terasa hangat." Kata Kyo dalam hatinya.
----- Sesaat kedua remaja itu terdiam malu. Rasa cinta tumbuh didalam hati mereka. Seakan akan membungkan perasaan itu dalam dalam.
----- " Kak." " Des." Mereka serantak saling memanggil nama.
----- " Opps maaf. Kamu saja duluan yang bicara." Kyo mempersilahkan Desi berbicara dahulu dengan wajah malunya.
----- " Maaf kak. Apa kakak juga merasakan perasaan ini?" Tanya Desi dengan suara pelan.
----- " Perasaan apa?" Tanya Kyo balik.
----- " Aku merasakan sesuatu perasaan yang aneh. Membuat jantung ini berdebar debar dan tubuhku terasa hangat saat kakak bersamaku."
----- " Iya. Aku juga merasakan hal yang sama. Ada perasaan ingin memilki dihatiku ini. Entah kapan perasaan ini muncul, Akupun tidak tahu."
----- " Kak." Panggil Desi dengan perasaan malu.
----- " Apa Des." Tanya Kyo.
----- " Sebenarnya aku ingin kakak slalu menemaniku. Rasa takut kehilangan kakak begitu besar saat dunia nyata menjemput kakak. Sebenarnya aku mulai menyukai kakak."
----- " Apa? Kamu jangan bercanda. Mana mungkin kamu menyukaiku begitu saja."
----- " Iya. Aku tahu itu kak. Tapi aku tidak mau membohongi hatiku ini. Aku tidak mampu memendamnya. Sebelumnya, aku begitu kesepian. Tak satu orangpun yang menemaniku. Tapi sekarang seorang malaikat muncul didalam kehidupanku dan bersedia menemaniku didunia sesepi ini."
----- " Tapi, aku belum bisa meyakini kalau dunia ini memang ada. Kita baru dua kali bertemu. Mana mungkin kita bisa saling memiliki."
----- " Jadi kakak belum mempercayaiku. Kakak jahat... " Desi berlari setelah mendengar ucapan dari mulut Kyo tadi. Air matanya berlinangan. Dia kecewa dengan jawaban Kyo Tehadap isi hatinya.
----- " Desi...!!! Mau kemana kamu." Teriak Kyo yang mengejar Desi yang lari dari hadapannya. Dia tidak bermaksud begitu walau dia juga merasakan perasaan yang sama. Cuman dia sulit untuk jujur dengan perasaannya. " Desi. Kamu kenapa? Kenapa kamu langsung meninggalkanku? Memang aku salah apa? Tapi kalau aku memang salah, aku minta maaf kepadamu." Kyo mendekati Desi yang sedang menangis.
----- " Jangan ganggu aku. Aku benci kakak. Aku kira kakak menemaniku karna kakak sayang padaku. Ternyata kakak hanya membuat hatiku kecewa." Desi memberontak saat Kyo Menjelaskan maksudnya kepada Desi.
----- " Tenang dulu Des. Bukan maksudku begitu."
----- " Jadi mau kakak sekarang apa? mau menambah kekecewaanku lagi? Aku mau mati saja kalau begini. Aku tidak sanggup hidup sendiri lagi." Mendengar perkataan itu, Kyo langsung menutup mulut Desi dengan tangannya. Dia berkata." Ssst... Jangan berbicara begitu. Aku tahu kita sekarang hidup didunia yang berbeda. Tapi sebenarnya aku juga memang menyayangimu. Jadi jangan menangis lagi." Akhirnya Kyo jujur dengan perasaannya. Dia menghapus air mata Desi dan melenyapkan kekecewaan Desi.
----- " Benarkah itu kak? Apa itu hanya karna terpaksa." Tanya Desi dengan tersedu sedu.
----- " Aku serius menyayangimu. Kalau tidak, kenapa aku bersikeras untuk menyelamatkanmu. Aku ingin kamu hidup bersamaku didunia nyata itu. Berbagi kasih sayang dan tertawa ceria untuk menghilangkan semua kesepianku."
----- " Terimakasih kak. Kakak selalu mengerti perasaanku. Desi sekali lagi jatuh dalam pelukan Kyo. Dia bersandar dipundak Kyo dan terlelap setelah meneteskan air mata.
----- Wajah Desi terlihat cantik saat tertidur lelap. Walaupun didunia mimpi, mereka juga bisa tertidur karna sesuatu. Juga walau tidak bisa masuk kedunia mimpi yang kedua.
----- " Desi... kau seperti bidadari cantik yang begitu kesepian. Kau begitu lucu dan membuatku tenang saat kau hadir kedalam hidupku. Tuhan... Apa diakah yang kau kasih untuk hidupku." Kyo berkata didalam hatinya. Dia mengusap usap mrambut indah Desi yang tertidur lelap dibahunya.

Bersambung...

Maap yah... Sampai Disini dulu ceritanya. Tunggu Update berikutnya...^ ^


By : Angga Perdana Rasmana